WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunda. Tampilkan semua postingan

Anak dan bayi bisa terkena ‘ain, apalagi anak-anak dan bayi terkadang menggemaskan dan lucu sehingga banyak yang kagum dan ia lupa membaca doa ketika kagum. Maka anak bisa terkena ‘ain.

◾Gejalanya bisa berupa anak menangis terus menerus tanpa henti, kemudian tidak mau menyusui tanpa sebab yang jelas dan ini terjadi tidak seperti biasanya.

Sebagaimana hadits Aisyah radhiallahu anha berkata,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا

اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

“Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?)”

Shahihul jami’ 988 no.5662

◾Bisa juga gejalanya bayi menjadi sangat kurus kering,

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي

أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

Dari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!”

HR Muslim, Ahmad

CARA MENCEGAH 'AIN PADA ANAK

1. Sering-sering membacakan doa perlindungan kepada anak ketika anda bersama anak anda. Doa tersebut adalah

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.”

2. Jangan terlalu sering menceritakan atau membangga-banggakan anak kita pada orang lain

3. Ketika ada acara tertentu kenakanlah pakaian anak kita dengan pakaian yang sewajarnya. Tidak WAH. Karena WAH bisa menimbulakan decak kagum siapapun yang melihatnya.

4. Ucapakan MAA SYAA ALLAH atau BAAROKALLOH setiap terbersit di hati kita rasa kekaguman kepada anak kita.


Jika sudah terkena maka bisa menempuh cara berikut:

JIKA ORANG YANG MENGENAI 'AIN DIKETAHUI

-------

‪#‎Maka‬ ia diminta untuk mandi atau berwudhu kemudian air bekas orang tadi digunakan untuk mandi/disiram atau di basuh pada orang yang terkena ‘ain.

Sebagaimana dalam kisah hadits mengenai Sahl bin Hunaif yang terkena ‘ain maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada pelakunya,

أغتسل له فغسل وجهه ويديه

ومرفقيه وركبتيه وأطراف رجليه وداخلة إزاره في قدح ثم صب ذلك الماء عليه يصبه رجل على رأسه وظهره من خلفه ثم يكفئ القدح وراءه ففعل به ذلك فراح سهل مع الناس ليس به بأس

“Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepada Sahl)oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana terebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali) HR Ahmad

‪#‎Bisa‬ juga dengan wudhu, jika pelakunya tidak memungkinkan mandi,

Dari ‘Aisyah radliallaahu ‘anha ia berkata,

عن عائشة رضى الله تعالى عنها قالت كان يؤمر العائن فيتوضأ ثم يغتسل منه المعين

“Orang yang melakukan ‘Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena ‘Ain mandi dari air (bekas wudlu tadi)”

HR Abu Daud

^^^ Menaruh tangan ke atas kepala penderita ‘Ain kemudian membaca doa

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ

“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dab dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu”

HR Muslim

Atau doa,

بِسْمِ اللهِ يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَمِنْ شَرِّ ذِيْ عَيْنٍ

“Dengan nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai ‘Ain (mata dengki)”

HR Muslim

Meruqyah dengan membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas

Dan doa-doa shahih yang lainnya.


by dr Raehanul Bahraen dengan beberapa tambahan

RALAT PICT : BUKAN HR BUKHARI NO 3371 akan tetapi HR ABU DAUD NO 3371

Rabu, 19 Maret 2014 , 11:04:01
Oleh : Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid

.....Anakku..!! 

Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.. 

 

Suatu ketika aku.. 

Memecahkan piring atau menumpahkan sup diatas meja karena penglihatanku berkurang, 

Aku harap kamu tidak memarahiku 

Orang tua itu sensitif...selalu merasa bersalah jika kamu berteriak.. 

 

Ketika pendengaranku semakin memburuk,aku harap kamu tidak berkata: " TULI..!! " 

Mohon ulangi apa yang kau katakan..

 

Maaf, anakku...!! 

Aku semakin tua....

Aku mohon jangan bosan denganku ketika aku mengulangi apa yang kukatakan, seperti dongeng sebelum tidurmu dulukala, aku harap kamu selalu mendengarkan aku, tolong jangan mengejek ku atau bosan mendengarkanku... 

Apakah kamu ingat ketika kamu kecil dan kamu mengulangi apa yang kamu baru bisa ucapkan.. 

Aku dulu senang mendengarnya..

 

Maafkan aku wahai anakku tentang bau ku, tercium seperti orang yang tua ya... Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, atau menyinggungku.....

Aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu...

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? Aku selalu mengejar-ngejar kamu ketika kamu tidak ingin mandi... 

Aku sabar dalam memandikanmu..

 

Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku ketika aku rewel...ini semua bagian dari menjadi tua...kamu akan mengerti ketika kamu tua...

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa bicara bahkan untuk beberapa menit..aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorangpun tuk diajak bicara...aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaanmu

 

Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa terbaring...sakit dan sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran tuk merawatku.. 

 

Semoga kelak kita dapat berkumpul disurga..

 

---

 

Pesan dari saya wahai saudaraku:

 

Jikalau orang tua kita telah semakin sepuh.. maka hati-hatilah dalam berbicara.. ia merupakan kunci surgamu..

Sensitif dari segala ucapan seorang anak.. entah salah atau benar.. bukan menjadi suatu alasan..

Yang jelas mereka berdua telah menyayangimu..

Jagalah kalimat apapun yang dapat menyinggungnya..

Bila engkau dapat bertutur kata manis kepada atasanmu dan engkau akan murah senyum padanya..itu hanya karena gajimu ada ditangannya..

Maka inilah orang tua kita... mereka berdua memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari sekedar atasanmu..

Jangan karena engkau telah lama hidup bersamanya.. sehingga hormatmu padanya hanya hormat biasa.. atau ketika engkau beda pendapat dengannya.. bantahanmu langsung keluar dengan mudahnya..

 

Rendahkan sayapmu untuknya..jika engkau bersayap..

Sesungguhnya burung tidak dapat terbang jika mereka merendahkan sayapnya..

 

21 Rabbi'ul I'tsani 1435 / 21 Februari 2014