WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label orang tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang tua. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2014 , 11:04:01
Oleh : Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid

.....Anakku..!! 

Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.. 

 

Suatu ketika aku.. 

Memecahkan piring atau menumpahkan sup diatas meja karena penglihatanku berkurang, 

Aku harap kamu tidak memarahiku 

Orang tua itu sensitif...selalu merasa bersalah jika kamu berteriak.. 

 

Ketika pendengaranku semakin memburuk,aku harap kamu tidak berkata: " TULI..!! " 

Mohon ulangi apa yang kau katakan..

 

Maaf, anakku...!! 

Aku semakin tua....

Aku mohon jangan bosan denganku ketika aku mengulangi apa yang kukatakan, seperti dongeng sebelum tidurmu dulukala, aku harap kamu selalu mendengarkan aku, tolong jangan mengejek ku atau bosan mendengarkanku... 

Apakah kamu ingat ketika kamu kecil dan kamu mengulangi apa yang kamu baru bisa ucapkan.. 

Aku dulu senang mendengarnya..

 

Maafkan aku wahai anakku tentang bau ku, tercium seperti orang yang tua ya... Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, atau menyinggungku.....

Aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu...

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? Aku selalu mengejar-ngejar kamu ketika kamu tidak ingin mandi... 

Aku sabar dalam memandikanmu..

 

Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku ketika aku rewel...ini semua bagian dari menjadi tua...kamu akan mengerti ketika kamu tua...

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa bicara bahkan untuk beberapa menit..aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorangpun tuk diajak bicara...aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaanmu

 

Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa terbaring...sakit dan sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran tuk merawatku.. 

 

Semoga kelak kita dapat berkumpul disurga..

 

---

 

Pesan dari saya wahai saudaraku:

 

Jikalau orang tua kita telah semakin sepuh.. maka hati-hatilah dalam berbicara.. ia merupakan kunci surgamu..

Sensitif dari segala ucapan seorang anak.. entah salah atau benar.. bukan menjadi suatu alasan..

Yang jelas mereka berdua telah menyayangimu..

Jagalah kalimat apapun yang dapat menyinggungnya..

Bila engkau dapat bertutur kata manis kepada atasanmu dan engkau akan murah senyum padanya..itu hanya karena gajimu ada ditangannya..

Maka inilah orang tua kita... mereka berdua memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari sekedar atasanmu..

Jangan karena engkau telah lama hidup bersamanya.. sehingga hormatmu padanya hanya hormat biasa.. atau ketika engkau beda pendapat dengannya.. bantahanmu langsung keluar dengan mudahnya..

 

Rendahkan sayapmu untuknya..jika engkau bersayap..

Sesungguhnya burung tidak dapat terbang jika mereka merendahkan sayapnya..

 

21 Rabbi'ul I'tsani 1435 / 21 Februari 2014


(sebagai bahan renungan)

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

         Sebagai orang tua sudah seharusnya bisa mencari kata-kata yang baik dan tepat untuk menasehati serta berbicara dengan anak. Mengapa demikian, karna saat anda salah berucap, bisa jadi anak malah merespon negatif dan malah melakukan yang sebaliknya. Yang akhirnya malah menimbulkan emosi anda. Berikut saya sajikan beberapa resep untu mendidik anak.

⃣ Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

⃣ Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: "Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "Mainnya 5 menit lagi yaaa". Kemudian ingatkan kembali:"Dua menit lagi yaaa". Kemudian barulah katakan:"Ayo, waktu main sudah habis". Mereka akan berhenti bermain.

⃣ Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: "Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..". Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

⃣ Katakan kepada anak-anak menjelang tidur:"Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh", maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: "Ayo tidur, besok kan sekolah", akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

⃣ Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan.
Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

⃣ Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon urusan tak penting, katakan:"Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak". Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

⃣ Anak anda suka berbohong?
Solusi: Berikan ia rasa aman, karena anak kecil tidak akan berbohong kecuali jika ia merasa takut, atau berada di bawah tekanan. Berikan ia rasa aman, kemudian tanamkan padanya nilai-nilai kejujuran.

⃣ Anak anda keras kepala?
Solusi: Jangan melawan sikap keras kepalanya, karena ia berdasarkan apa yang dilihatnya. Beri dia lebih banyak cinta dan pelukan.

⃣ Anak anda hiper-aktif?
Solusi: Sibukkan ia dengan kegiatan kinetik, banyak gerak yang positif. Kurangi asupan coklat, karena coklat meningkatkan vitalitas. Berikan ia tanggung jawab.

⃣ Anak anda sulit makan?
Solusi: Jangan dimarahi. Usahakan memberi makan dengan cara bermain atau perlombaan. Beri ia buah-buahan yang warnanya menarik.

⃣ Anak anda memukul (membully) adiknya?
Solusi: Jangan membanding-bandingkan ia dengan adiknya. Bagilah cinta anda kepada mereka dengan adil. Jangan menampakkan rasa cinta anda yang lebih kepada salah satunya terhadap yang lain.

⃣ Anak anda kecanduan games elektronik?
Solusi: Dampingi ia hingga ia mengurangi jam bermainnya. Jangan larang ia secara tiba-tiba. Itu justru membuatnya lebih kecanduan dari sebelumnya.

⃣ Anak anda mengucapkan kata-kata kotor?
Solusi: Jangan membentaknya, tetapi peringatkan ia dengan lembut, jelaskan kepadanya bahwa kebersihan lisan itu bagian dari kebersihan hati. Kemudian, cobalah cari tahu dari mana ia mendapatkan kata-kata kotor tersebut. (Agar bisa lebih diawasi pergaulannya)

⃣ Anak anda tidak mau sholat?
Solusi: Cintailah ia karena Allah, jelaskan bahwa segala nikmat, termasuk mainan dan permen yang ia beli dengan uang adalah nikmat dari Allah juga.

⃣ Anak anda suka menghisap jarinya, atau menggigit-gigit kukunya?
Solusi: Anak anda butuh rasa aman, ia sedang merasa takut akan sesuatu yang mengancamnya, atau rendah diri karena merasa dibanding-bandingkan.

⃣ Anak anda mudah marah?
Solusi: Jangan kurang perhatian, jangan membalasnya dengan amarah juga. Ajarkan ia untuk berwudhu saat marah. Katakan kepadanya: "Sabar yaa.. Ayo tenang dulu.. Agar kita bisa saling memahami".

Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan.

Semoga bermanfaat